Temperature Effect: How to do it? – Efek Cuaca: Bagaimana melakukannya?

Temperature Effect: How to do it?

Weather effect is another interesting research in finance. It is actually an argument for the traditional finance that relies much on rational behavior assumption. So, whenever you write problem statement for this topic, start it with the argument on rational behavior. I firstly read paper of Saunders (1993) then followed by Dowling and Lucey (2005). It really attracted me. How come weather may affect stock price? Right?

Who support it? A lot! For example, Loewenstein (2000) argues that the emotions and feelings influence our decision making process. It may dictate our long-term cost and benefits, hence, it will affect the equity pricing. The logic is simple, when it is rainy day, we tend to feel lazy compared to bright day (we tend to be aggressive). This emotion may affect our decision making. If it is rainy day, we tend to have our leisure time, meanwhile, during sunny day we tend to be rushed out (Yet, this debatable even in psychology field).

What theory to use?

First, I suggest you to read Loewenstein (2000) first to understand the logic behind emotion and decision making. Then, read Lucey and Dowling (2005). If not, it will be very hard for you to capture the effect of weather on decision making. You may also read my write-up in newspaper (LINK: http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/08/market-forecast-buy-cloudy-sell-sunny.html )

Second, you may borrow psychology theory to explain it. Can we use psychology theory in economics and finance? Yes, you can. I know it will be very hard for some senior professors to accept this fact. Just remind them about Richard Thaler, Daniel Kahneman, and Robert Shiller who won economics nobel prize. Which theory? You may use ABC theory or affect infusion model (AIM) of Forgas (1995) or other theories that I propose in earlier post (Moon Effect).

Third, which finance theory? You have to use behavioural finance theory. Read Lucey and Dowling (2005) and Brahmana et al (2012) for the detail. For example, Shiller (2000) argues that the fashions and fads that affect people in their everyday lives also affect equity pricing. The best one is the Loewenstein et al (2001) three premises: (1) Cognitive evaluations induce emotional reactions; (2) Emotions inform cognitive evaluations; and (3) Feelings can affect behaviour.

How To measure weather?

Weather consists of three important dimensions: Rainfall, temperature, and humidity. The data can be retrieved from:

The most important part for the data is that Do not use the forecasted data. Use the historical data. If your country does not provide it, email them (or go to their office like I did), and ask the data from them.

Using that historical data, you will make it as independent variable and estimate it against your stock returns. That is how to do it. Simple right?

 

Efek Cuaca: Bagaimana melakukannya?

Efek cuaca adalah penelitian menarik lainnya di bidang keuangan. Topik ini sebenarnya digunakan sebagai argumen untuk membanta keuangan tradisional yang sangat bergantung pada asumsi perilaku rasional investor. Jadi, setiap kali Anda menulis tinjauan masalah (Problem Statement) untuk topik ini, mulailah dengan argumen tentang perilaku rasional. Apakah argument perilaku rasional masih dapat digunakan di keuangan? Kenapa tidak? Lihat perilaku irasional di pasar.

Untuk topik ini, Saya pertama kali membaca makalah Saunders (1993) kemudian diikuti oleh Dowling dan Lucey (2005). Kedua penelitian tersebut benar-benar membuat saya tertarik. Bagaimana cuaca dapat mempengaruhi harga saham?

Siapa yang mendukung dugaan ini? Banyak sekali! Misalnya, Loewenstein (2000) berpendapat bahwa emosi dan perasaan mempengaruhi proses pengambilan keputusan kita. Ini dapat mendikte konsep biaya dan manfaat jangka panjang investor, oleh karena itu, akan mempengaruhi harga saham. Logikanya sederhana, ketika hari hujan, kita cenderung merasa malas dibandingkan hari cerah (kita cenderung agresif). Emosi ini dapat mempengaruhi pengambilan keputusan kita. Jika hari hujan, kita cenderung memiliki waktu luang dan bersantai, sementara itu, selama hari yang cerah kita cenderung agresif (Namun, hal ini masih bisa diperdebatkan bahkan di bidang psikologi).

 

Teori apa yang digunakan?

Pertama, saya sarankan Anda untuk membaca Loewenstein (2000) terlebih dahulu untuk memahami logika di balik emosi dan pengambilan keputusan. Kemudian, baca Lucey and Dowling (2005). Jika tidak, akan sangat sulit bagi Anda untuk menangkap logika hubungan efek cuaca pada pengambilan keputusan. Anda juga dapat membaca artikel saya di surat kabar (LINK: http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/08/market-forecast-buy-cloudy-sell-sunny.html )

Kedua, Anda dapat meminjam teori psikologi untuk menjelaskannya. Bisakah kita menggunakan teori psikologi dalam ekonomi dan keuangan? Ya, kamu bisa. Saya tahu ini akan sangat sulit bagi beberapa profesor senior untuk menerima kenyataan ini. Cukup ingatkan mereka tentang Richard Thaler, Daniel Kahneman, dan Robert Shiller yang memenangkan hadiah nobel ekonomi padahal perspektifnya psikologi. Teori apa digunakan? Anda dapat menggunakan teori ABC atau mempengaruhi model infus (AIM) dari Forgas (1995) atau teori lain yang saya usulkan di postingan sebelumnya (Efek Bulan).

Ketiga, teori keuangan mana? Anda harus menggunakan teori keuangan perilaku (behavioural finance). Baca Lucey and Dowling (2005) dan Brahmana et al (2012) untuk detailnya. Sebagai contoh, Shiller (2000) berpendapat bahwa emosi dan kebiasaan yang mempengaruhi orang-orang dalam kehidupan sehari-hari mereka juga mempengaruhi pengambilan keputusan di harga saham. Riset yang terbaik untuk menjelaskan teori keuangan perilaku adalah tiga premis Loewenstein et al (2001): (1) Evaluasi kognitif menginduksi reaksi emosional; (2) Emosi menginformasikan evaluasi kognitif; dan (3) Perasaan dapat mempengaruhi perilaku.

Bagaimana cara mengukur cuaca?

Cuaca terdiri dari tiga dimensi penting: Curah hujan, suhu, dan kelembaban. Data dapat diambil dari:

Bagian terpenting untuk data adalah Jangan gunakan data yang diperkiraan (Forecasted data). Gunakan data historis. Jika negara Anda tidak menyediakannya, kirim email kepada mereka (atau pergi ke kantor mereka seperti yang saya lakukan), dan minta data dari mereka.

Dengan menggunakan data historis tersebut, Anda akan menjadikannya sebagai variabel independen dan memperkirakannya terhadap pengembalian saham Anda. Begitulah cara melakukannya. Sederhana bukan?

 

Don’t forget to read my research related to this topic:

  1. Brahmana, R. K., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2012). Weather, investor irrationality and day-of-the-week anomaly: case of Indonesia. Journal of Bioeconomics14(2), 129-146. (LINK: https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs10818-011-9107-z )
  2. Brahmana, R. K., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2015). Does tropical weather condition affect investor behaviour? Case of Indonesian stock market. Global Business and Economics Review17(2), 188-202. (LINK: https://www.inderscienceonline.com/doi/abs/10.1504/GBER.2015.068566 )
  3. Brahmana, R., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2016). Debunking the Monday irrationality through the external affection of investors. Gadjah Mada International Journal of Business18(1), 83. (LINK: https://search.informit.com.au/documentSummary;dn=010600604871513;res=IELBUS )
  4. Brahmana, R., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2012). Psychological factors on irrational financial decision making: Case of day-of-the week anomaly. Humanomics28(4), 236-257. (LINK: https://www.emeraldinsight.com/doi/full/10.1108/08288661211277317 )

 

Other references:

  1. Goetzmann, W. N., & Zhu, N. (2005). Rain or shine: where is the weather effect?. European Financial Management11(5), 559-578.
  2. Pardo, A., & Valor, E. (2003). Spanish stock returns: where is the weather effect?. European Financial Management9(1), 117-126.
  3. Dowling, M., & Lucey, B. M. (2005). Weather, biorhythms, beliefs and stock returns—some preliminary Irish evidence. International Review of Financial Analysis14(3), 337-355.
  4. Symeonidis, L., Daskalakis, G., & Markellos, R. N. (2010). Does the weather affect stock market volatility?. Finance Research Letters7(4), 214-223

 

Happy researching!

 

References:

.Lucey, B. M., & Dowling, M. (2005). The role of feelings in investor decision‐making. Journal of economic surveys19(2), 211-237.

Brahmana, R., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2012). Psychological factors on irrational financial decision making: Case of day-of-the week anomaly. Humanomics28(4), 236-257.

Loewenstein, G. (2000). Emotions in economic theory and economic behavior. American economic review90(2), 426-432.

Saunders, E. M. (1993). Stock prices and Wall Street weather. The American Economic Review83(5), 1337-1345.

Shleifer, A. (2000). Inefficient markets: An introduction to behavioural finance. OUP Oxford.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s