Herding in financial Market: How to do it? – Herding/ Mengekor di Pasar keuangan: Bagaimana melakukannya?

Herding in financial Market: How to do it?

Remember a folk story about pied piper of Hamelin (https://en.wikipedia.org/wiki/Pied_Piper_of_Hamelin) ? Once upon a time, Hamelin town was full of rats. Yet, the pied piper has solution for this rat issue. He promised to drowned all rats and the city has to pay him 1000 golds. After mayor of Hamelin agreed, the piper played his pipe and lured the rats into Weser river, and all rats were drowned (except one rat). How? All rats HERD him because of the music. I don’t want to continue the story because it is a sad story.

This herd behavior is also occurred in financial market. Yes, herding is trading behavior of investor by copying the behavior of other investors. Like pack of wolves, investors tend to follow others decision. This is mainly due to the irrational behavior. Investor feels it is important to have conformity with market consensus by referring to what other investors do. If we look at several investors buy stock A, we have tendency to follow it. If we look at several investors sell stock B, we also have tendency to sell it. We are afraid that (1) we don’t know that others know (information asymmetry); (2) we will regret if their action is true (cognitive dissonance); and (3) we don’t know what we should do with our portfolio (sentiment).

Herding is a solid proof that market is not efficient. If you still remember that, efficient market theory states that market is formed by investors who use all available information identically, know that others use this publicly available information exactly the same way they do, and are all perfectly rational utility maximizers. Therefore, this herding anomaly proves it wrong.

What theory to use?

There are several theories can be used. First, indeed you can use the cognitive dissonance or loss aversion theory. You may also use the Prospect Theory of Kahneman and Tversky to explain a bit about risk and value. Or you may also contest the efficient market theory. Let say, if there is herding in market, means there is no market efficiency.

Use Froot et al (1992), Christie and Huang (1995), Brahmana et al (2012a, b) for your main references, and you may find the suitable theories to explain this phenomenon.

 

How to measure?

There are several procedure you have to do before running the regression.

  1. Calculate the return of each stock in that day (Use Opening Price and Closing price). The formula (Brahmana et al, 2012b)return cross sectional
  2. Calculate the average return of all stocks in that day. Just simply average all returns on that particular date. Remember to exclude inactive stocks
  3. Calculate the dispersion cross-sectionally. The formula (Brahmana et al, 2012b):dispersi herdingdispersion excel
  4. Next step is to make upper boundary and lower boundary. How to do it? For Upper boundary, if the return on the aggregate market portfolio on day t lies in the 5% upper tail of return distribution; 0 otherwise. For Lower boundary, if the return on the aggregate market portfolio on day t lies in the 5% lower tail of return distribution; 0 otherwise.
  5. What is 5% tail? Remember in statistics 5th percentile? (5% x N). Look at the following picture. example herding
  6. The last step is regression. Remember, now you have dispersion, and two dummy variables per day. Run the OLS regression in time series. This is the estimation model (Brahmana et al, 2012b)regresi herding
  7. The presence of negative and statistically significant of the two coefficients of dummy variables would indicate herd formation by market participants. How about if it is positive and significant? It indicates Rational asset pricing model, not herding (read Christie and Huang, 1995).

 

Herding/ Mengekor di Pasar keuangan: Bagaimana melakukannya?

Ingat cerita rakyat tentang peniup seruling dari Hamelin (https://id.wikipedia.org/wiki/Peniup_Seruling_dari_Hamelin )? Pada suatu hari, kota Hamelin penuh dengan tikus. Namun, seorang peniup seruling memiliki solusi untuk masalah tikus ini. Dia berjanji untuk menenggelamkan semua tikus dan kota harus membayar 1.000 emas kepadanya. Setelah Walikota Hamelin setuju, pemain seruling tersebut memainkan sulingnya dan memikat tikus ke sungai Weser, dan semua tikus tenggelam (kecuali satu tikus). Bagaimana? Semua tikus mengekori (HERD) dia karena alunan musik. Saya tidak ingin melanjutkan cerita karena ini adalah kisah yang sedih

Perilaku kawanan (herding) ini juga terjadi di pasar keuangan. Ya, herding/mengikuti kawanan adalah perilaku investor yag meniru perilaku investor lain. Seperti kawanan serigala, investor cenderung mengikuti keputusan orang lain. Ini terutama disebabkan oleh perilaku irasional. Investor merasa adalah penting untuk memiliki kesesuaian dengan konsensus pasar dengan mengacu pada apa yang dilakukan oleh investor lain. Jika kita melihat beberapa investor membeli saham A, kita cenderung untuk mengikutinya. Jika kita melihat beberapa investor menjual saham B, kita juga memiliki kecenderungan untuk menjualnya. Investor khawatir bahwa (1) mereka tidak tahu apa yang orang lain tahu (informasi asimetri); (2) mereka akan menyesal jika tindakan orang lain tersebut benar/menguntungkan (disonansi kognitif); dan (3) mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan dengan portfolio mereka (sentimen).

Herding adalah bukti kuat bahwa pasar tidak efisien. Jika Anda masih ingat, teori pasar yang efisien menyatakan bahwa pasar dibentuk oleh investor yang menggunakan semua informasi yang tersedia secara identik, tahu bahwa orang lain menggunakan informasi yang tersedia untuk umum ini dengan cara yang persis sama seperti yang mereka lakukan, dan semuanya adalah pemaksimalan utilitas yang benar-benar rasional. Oleh karena itu, anomali mengikut kawanan (herding) ini membuktikannya salah.

Teori apa yang digunakan?

Ada beberapa teori yang bisa digunakan. Pertama, bisa menggunakan teori disonansi kognitif atau loss aversion. Anda juga dapat menggunakan Teori Prospek (Prospect Theory) Kahneman dan Tversky untuk menjelaskan sedikit tentang hubungan antara risiko dan nilai. Atau Anda mungkin juga menentang teori pasar yang efisien. Katakanlah, jika ada herding di pasar, berarti tidak ada efisiensi pasar.

Gunakan Froot et al (1992), Christie dan Huang (1995), Brahmana et al (2012a, b) untuk referensi utama Anda, dan Anda akan menemukan teori yang cocok untuk menjelaskan fenomena ini.

Bagaimana cara mengukurnya?

Ada beberapa prosedur yang harus Anda lakukan sebelum menjalankan regresi.

1. Hitung kembalinya setiap saham pada hari itu. Rumusnya (Brahmana et al, 2012b)? return cross sectional

2. Hitung rata-rata pengembalian semua saham pada hari itu. Hanya rata-rata semua pengembalian pada tanggal tertentu. Ingat untuk mengecualikan saham yang tidak aktif.

3. Hitung dispersi secara cross-sectional. Rumusnya (Brahmana et al, 2012b)?dispersi herdingdispersion excel

4. Langkah selanjutnya adalah membuat batas atas dan batas bawah. Bagaimana cara melakukannya? Untuk batas atas, jika pengembalian portofolio pasar agregat pada hari t terletak pada 5% bagian atas pembagian laba, maka nilainya 1; 0 sebaliknya. Untuk batas bawah, jika pengembalian portofolio pasar agregat pada hari t terletak pada distribusi 5% lebih rendah dari pembagian laba maka nilainya 1; 0 sebaliknya

5. Apa yang dimaksud dengan 5% ekor? Ingat dalam statistik persentil ke-5? (5% x N). Lihatlah gambar berikut.example herding

6. Langkah terakhir adalah regresi. Ingat, sekarang Anda memiliki dispersi, dan dua variabel dummy per hari. Jalankan regresi OLS time series. Ini adalah model estimasi (Brahmana et al, 2012b)

regresi herding

7. Jika hasil regresi adalah negatif dan signifikan secara statistik untuk dua koefisien variabel dummy tersebut, ini menunjukkan bahwa herding itu ada. Bagaimana kalau itu positif dan signifikan? Ini menunjukkan model harga aset rasional, bukan herding (baca Christie dan Huang, 1995).

 

References:

Brahmana, R.K., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2012a). Psychological factors on irrational financial decision making: Case of day-of-the week anomaly. Humanomics, 28(4), 236-257.

Brahmana, R., Hooy, C. W., & Ahmad, Z. (2012b). THE ROLE OF HERD BEHAVIOUR IN DETERMINING THE INVESTOR’S MONDAY IRRATIONALITY. Asian Academy of Management Journal of Accounting & Finance, 8(2).

Christie, W. G., & Huang, R. D. (1995). Following the pied piper: Do individual returns herd around the market?. Financial Analysts Journal, 51(4), 31-37.

Froot, K. A., Scharfstein, D. S., & Stein, J. C. (1992). Herd on the street: Informational inefficiencies in a market with short‐term speculation. The Journal of Finance, 47(4), 1461-1484.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s