Call for Paper – List for Social Science 2017

One of strategies in publication game is aiming call-for-paper. Therefore, I compile call-for-paper from major publishers. Please download the list here. Note that this list is only for social science, specifically, accounting, business, economics, finance, management, sociology, politics, and other social science fields

Thank you

Regards,

Rayenda Brahmana

 

call for paper list per april 2017_rayenda

Kuliah Umum Metoda Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Internasional

Sebagai bagian akhir lawatan di Universitas Tanjungpura Pontianak, saya memberikan kuliah umum mengenai metoda ilmiah yang benar untuk disajikan di jurnal internasional. Hal ini penting karena beberapa peneliti yang menghantarkan hasil penelitiannya acap kali mengabaikan unsur metoda ilmiah.

Di kuliah umum ini juga saya memberikan bagaimana cara menyajikan metoda ilmiah secara runut dan benar terutama untuk publikasi di Jurnal Internasional. Continue reading

Lokakarya Penelitian, PPM, dan Publikasi – Universitas Tanjungpura Pontianak

Sebagai bagian dari MoA antara Unimas dan MoA, saya bertugas di Untan selama 14 hari. Ya, bertugas di Negara sendiri. hehe

Penugasan dari Unimas sebagai bagian dari klausul MoA mengenai pertukaran dosen. Selama di Untan sendiri, saya akan memberikan Lokakarya dan juga bantuan supervisi kepada mahasiswa mahasiswa S2 dan S3 yang ingin berdiskusi mengenai riset mereka.

Lokakarya pertama adalah mengenai Penelitian, PPM, dan Publikasi. Diselenggarakan pada 31 Januari hingga 1 Februari 2017 di Pascasarjana Ekonomi Universitas Tanjungpura. Berikut detil materi yang saya sampaikan: Continue reading

FAVORITE READING LIST FOR November 2016

This is my favorite reading list for November 2016.

 

  1. 10 Killer Ab Workouts That Aren’t Crunches (http://time.com/4159440/plank-moves/?xid=tcoshare)
  2. Forcing People To Choose Is Paternalistic (https://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=2862694)
  3. How to Respond When You’re Left Out of Important Meetings (https://hbr.org/2016/11/how-to-respond-when-youre-left-out-of-important-meetings)
  4. Quantity and/or Quality? The Importance of Publishing Many Papers (http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0166149)
  5. Ten simple rules for structuring papers (http://biorxiv.org/content/early/2016/11/28/088278)
  6. The great divergence (http://www.economist.com/news/business/21709976-group-elite-firms-has-established-sustained-lead-not-good-thing-great?fsrc=scn/tw/te/bl/ed/schumpeterthegreatdivergence)
  7. The Perils of Empathy (http://www.wsj.com/articles/the-perils-of-empathy-1480689513)
  8. The search goes on – How Christianity Has Shaped Our Values (http://www.economist.com/news/books-and-arts/21709520-west-has-gained-lot-christianity-there-still-more-learn-search-goes?fsrc=scn/tw/te/bl/ed/christianityandhistorythesearchgoeson)
  9. Transforming Cities: Does Urbanization Promote Democratic Change? (http://www.nber.org/papers/w22860)
  10. What to consider when choosing which journal to submit your paper (http://blogs.lse.ac.uk/impactofsocialsciences/2016/11/10/choose-your-journal-carefully/)
  11. Why a strengthening dollar is bad for the world economy (http://www.economist.com/news/leaders/21711041-rise-greenback-looks-something-welcome-ignore-central-role?fsrc=scn/tw/te/bl/ed/)

Running Panel Logistic Regression (STATA)

In accounting and finance (and indeed in other research areas too), there is a possibility for having a categorical dependent variable. For instance, research in auditor opinion or efficiency or board size determinants makes our dependent variable to be binary. However, we are afraid that there is no variance in our categorical dependent variables due to our panel data set. Then the question is “Can we run panel logistic regression?”

By far, my answer is still yes. Indeed, there is possibility of estimation bias due to the variance and standard errors post-estimation. So, how can we run panel logistic regression? Continue reading

Jalan Berliku Buruh di Masyarakat Ekonomi ASEAN

Tulisan ini sebenarnya ditulis pas Hari Buruh. Terus ke delete postingannya. Hahaha…

Enjoy!

Jalan Berliku Buruh di Masyarakat Ekonomi ASEAN

Rayenda Khresna Brahmana

 

Hari buruh seharusnya bukan sekedar isu upah minimum ataupun isu buruh kontrak. Tarik menarik antara serikat buruh, pemerintah, dan industri tentang upah layak hidup seorang buruh membuat kita lupa pada hal yang jauh lebih penting lagi: posisi buruh Indonesia di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)

MEA sejatinya akan membentuk negara negara ASEAN sebagai pasar terintegrasi di sektor sektor prioritas, dan menjadi basis produksi yang kompetitif. Untuk menjadi produsen yang kompetitif ini, MEA belum memfasilitasi mobilitas buruh antar negara ASEAN, dan hanya menyediakan fasilitas mobilitas ketenagakerjaan kepada pekerja berprofesi (professional labour), dan ini pun terbatas pada bidang keinsinyuran (engineering), kebidanan, arsitektur, kedokteran, kedokteran gigi, pariwisata, penyelidikan (surveying), dan akuntansi. Ini artinya MEA hanya memberi kebebasan pergerakan para profesional dari negara anggota ASEAN untuk bekerja di negara ASEAN lainnya. Misalnya saja, arsitek dari Vietnam difasilitasi oleh pemerintah Indonesia untuk bekerja di Jakarta. Bisa juga dokter dari Laos difasilitasi pemerintah Malaysia untuk bekerja di Kuala Lumpur. Sementara itu, buruh ketrampilan rendah atau buruh kasar (low-skilled labour) tidak tercakup dalam fasilitas mobilisasi tenaga kerja di era MEA.

Continue reading